Mengenal Model Bisnis C2C, Jenis dan Keuntungannya!

Sejak mewabahnya COVID-19, tak terhitung banyaknya media yang menampilkan headline tentang meroketnya model bisnis C2C, utamanya C2C e-commerce. Bahkan di Eropa, pandemi ini mengubah pola belanja offline menjadi serba digital sehingga menyebabkan lonjakan hingga 14%—dimana peningkatan ini hanya bisa dicapai dalam jangka waktu 2-3 tahun di masa non pandemi. Mckinsey memprediksi jika lonjakan pada bisnis C2C akan terus mengalami peningkatan hingga tahun 2024. 

Sebetulnya apa yang dimaksud dengan model bisnis C2C? Hingga kini di Indonesia sendiri pelaku bisnis C2C relatif banyak, sayangnya sebagian besar masyarakat masih awam dengan istilah tersebut. Oleh karena itu, di artikel kali ini kami akan mengulas mengenai pengertian model bisnis C2C, bagaimana karakteristik, cara kerja, dan keuntungannya dibanding model bisnis lain. 

Pengertian Model Bisnis C2C (Customer to Customer)

Model bisnis C2C (model bisnis konsumen ke konsumen) adalah jenis model bisnis yang disusun untuk memberikan konsumen kesempatan berdagang atau membeli barang dari konsumen lain melalui situs pihak ketiga. Dengan munculnya Internet pada tahun 1990, semakin banyak bisnis yang memanfaatkan model unik ini untuk menjual produk dan layanan mereka di lingkungan online di mana mereka memiliki kesempatan untuk berinteraksi dengan basis pelanggan yang lebih luas. Sebelum digitalisasi berkembang pesat, model bisnis C2C dilakukan melalui iklan baris surat kabar, proses lelang, atau garage sale. 

Jenis-jenis Bisnis C2C

Model bisnis C2C terdiri dari beberapa bentuk yang berbeda, memberikan keleluasaan bagi pelanggan untuk menentukan platform mana yang lebih mereka suka untuk menjual barang atau melakukan transaksi penjualan. 

1. Lelang online

Lelang online adalah jenis bisnis C2C yang memungkinkan konsumen untuk mencari dan menawar barang yang ingin dijual oleh konsumen lain. Ini biasanya terjadi di situs website  pihak ketiga di mana kedua konsumen memiliki profil atau keanggotaan. Situs pihak ketiga membantu penawar dengan menetapkan jumlah uang yang mereka perlukan untuk menawar untuk menjadi penawar tertinggi. Konsumen bisa menggunakan lelang online ini untuk satu kali penjualan atau menggunakan platform ini untuk menjual barang-barang antik, barang baru, atau barang bekas high end secara konsisten. 

2. E-commerce

E-commerce terdiri dari beberapa sektor yang berbeda, termasuk website untuk menjual produk secara online atau toko online di platform e-commerce. Anda yang sedang mempertimbangkan untuk memulai model bisnis C2C dapat memanfaatkan platform e-commerce untuk menargetkan audiens yang lebih luas atau audiens khusus yang mencari jenis produk tertentu. 

Misalnya, jika Anda memulai toko online dengan menjual produk perawatan kulit organik, Anda bisa menarik konsumen yang menginginkan produk perawatan kulit homemade. Ini karena e-commerce dapat mengarahkan audiens sesuai dengan jenis produk yang diinginkan konsumen. 

3. Platform Pengiriman Uang

Platform pengiriman uang adalah bentuk populer lain dari model bisnis C2C. Kepopuleran ini di latar belakangi oleh banyaknya bisnis C2C yang tidak memiliki departemen penjualan atau sistem akuntan mandiri. Platform pengiriman uang memungkinkan C2C menerima pembayaran dari konsumen dalam lingkungan yang terkendali. Ini juga dapat membantu pemilik bisnis melacak penghasilan mereka dan bahkan mengidentifikasi produk mana yang paling populer.

4. Situs media sosial

Situs media sosial juga sudah mulai memasukkan fitur toko online dimana para member bisa menjual produk atau jasa mereka. Platform media sosial juga menawarkan teknik pemasaran yang unik menggunakan fitur tagar atau iklan berbayar yang dapat mendorong pengguna media sosial untuk mengunjungi profil akun bisnis Anda. 

Keuntungan Model Bisnis C2C

Ada beberapa keuntungan yang bisa didapatkan dengan menerapkan model bisnis C2C baik itu untuk pelaku bisnis atau pelanggan. 

1. Margin yang lebih tinggi dan harga yang lebih rendah

Model bisnis C2C secara tidak langsung akan menghilangkan perantara (pedagang besar dan pengecer) dari transaksi sehingga memungkinkan pelaku bisnis mendapatkan margin lebih tinggi dan konsumen bisa mendapatkan harga yang lebih rendah. 

2. Pilihan barang dan jasa yang lebih banyak

Model bisnis C2C memungkinkan konsumen untuk menemukan berbagai barang yang mereka incar karena pilihan penjual lebih banyak dengan harga yang cukup variatif. 

3. Kenyamanan bagi kedua belah pihak

Model bisnis C2C menghilangkan banyak hambatan, mencegah pelaku bisnis untuk menggunakan model bisnis lain. Sebagai contoh, pelaku bisnis pemula kerap kali beranggapan memulai bisnis membutuhkan modal yang cukup besar. Bagi pembeli, mencari barang dan jasa dengan harga terjangkau di toko fisik mungkin akan merepotkan. Platform C2C ??menghilangkan ketidaknyamanan ini dan mempermudah menjalankan bisnis dari rumah Anda sendiri.

Total
0
Shares
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts